BIOLOGI DAN PERKEMBANGANNYA

A.  Asal Mula Kehidupan

Munculnya pertanyaan tentang asal mula kehidupan, pertama kali dimulai oleh adanya kegemaran manusia untuk mencari asal mula atau permulaan suatu benda. Bagi para ahli biologi asal mula kehidupanlah yang menjadi obyeknya sehingga pertanyaan tentang  “apakah hidup” dan ”dari manakah asal kehidupan itu merupakan pertanyaan yang selalu ada dari abad ke abad”.

Penemuan dan catatan tentang fosil ternyata tidak dapat memberikan petunjuk tentang asal mula kehidupan, karena fosil-fosil tertua yang pernah ditemukan adalah organisme yang rumit. Para ahli biologi  terpaksa memilih petunjuk yang lainya yang dapat dijadika sebagain anggapan dasar untuk menelusuri asal mula  kehidupan.

Sebelum abab ke-17, para ahli biologi menganggap bahwa makhluk hidup terjadi secara spontan. Anggapan ini disebut dengan teori generasio spontania atau abiogenesis yang dipelopori oleh Aristoteles. Disebut spontan karena terjadinya spontan tanpa melalui suatu proses sedangkan disebut abiogenesis karena makhluk hidup tersebut terjadi dari benda yang tidak hidup.

  B.  Sejarah Perkembangan Makhluk hidup

Menurut  Weiez (1975) bahwa organisme sekarang yang beraneka ragam macamnya adalah hasil dari proses evolusi kehidupan. Sementara itu menurut Kimball (1991), menyatakan bahwa teori evolusi kehidupan yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui suatu proses yang berlangsung secara perlahan-lahan dan membutuhkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun.

Sebagai sebuah sub sistem, berlaku hukum Termodinamika I dan II, maka organisme itu akan mengalami perlakuan hukum tersebut.  Hukum Termodinamika I menyatakan bahwa di dalam biosfer tak ada energi yang hilang, jumlah energi itu tetap, dan yang berubah hanya bentuknya. Misalnya, energi matahari berubah menjadi energi kimia, energi kimia menjadi energi mekanik,dst. Sementara itu, hukum termodinamika II menyatakan bahwa bila suatu sistem dibiarkan berdiri sendiri, yang didalamnya terjadi trasformasi energi dari suatu bentuk ke bentuk lainnya, maka dalam transformasi energi tersebut cenderung akan mengalami pengurangan energi secara tidak teratur. Karena ada sebagian energi yang terbuang sebagai entrofi.

C.  Perbedaan Makhluk Hidup dengan Benda Mati

  1. Bergerak

Makhluk hidup dapat bergerak baik secara aktif maupun pasif

  1. Mengadakan proses metabolisme
  2. Mempertahankan jenisnya atau hidupnya

Makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan jenisnya supaya tidak punah dari bumi ini

  1. Tanggap terhadap rangsang

Makhluk hidup mampu memberikan tanggapan terhadap setiap rangsang yang diterimanya

 

  1. D.                Teori Sel

Istilah sel pertama kali diperkenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665, setelah ia berhasil mengamati struktur ruang-ruang kecil pada irisan gabus yang dilihatnya melalui kaca pembesar. Ruang-ruang kecil yang kosong disebut cella. Sejak penemuan tersebut, berkembanglah kegiatan-kegiatan untuk mempelajari bagian terkecil makhluk hidup ini, lebih-lebih setelah ditemukan alat-alat optik yang lebih maju

  1. Sejarah Penemuan Sel

Schleiden (1804-1881) dan Schwann (1810-1882), keduanya berkebangsaan Jerman, setelah mengadakan pengamatan dengan mikroskop terhadap sel-sel hewan dan tumbuhan, akhirnya mengemukakan teorinya yaitu semua makhluk hidup dibentuk oleh sel-sel dari bahan-bahan yang dihasilkan oleh sel.

  1. Biokimia Sel

Secara kimia, komponen bahan penyusun sel terdiri atas dua bahan utama yaitu: bahan an-organik dan organik. Bahan an-organik terdiri dari air,garam-garam mineral dan bemacam-macam gas

  1. Struktur Sel

Mareri hidup dalam sel disebut dengan protoplasma,sel-sel tumbuhan. Tumbuhan biasanya berdinding sel yang tersusun oleh sellulosa karbohidrat yang membungkus dan menunjang protoplasma.

4.   Pembelahan Sel

Pembelahan sel atau reproduksi ada 3 yaitu :

  1. Pembelahan Amitosius

Pembelahan Sel yang terjadi secara langsung tanpamelalui fase – fase.Pembelahan ini terjadi pada organisma bersel satu seperti amoeba, protozoa, dan ganggang bersel satu.

  1. Pembelahan Mitosis

Pembelahan yang terjadi melalui 4 fase, yaitu profase, metaphase, anaphase, telofase.Pembelahan terjadi pada sel tubuh ( Somatik ), dan bertujuan untuk memperbanyak jumlah sel, mengganti sel yang rusak, dan untuk pertumbuhan.

  1. Pembelahan Meiosis

Pembelahan yang terjadi dalam 4tahap dan mengalami pembelahan 2x setiap tahapnya.Pembelahan ini menghasilkan sel anak yang identik dengan sel induknya.

E. Biologi Struktural, Biologi Fungsional, dan Biologi Lingkungan.

1)      Biologi Struktural

Makhluk hidup yang terndah tingkatannya tersusun atas satu sel.Dan semakin tinggi tingkatan dari makhlukhidup itu, maka akan semakin banyak sel yang menyusun makhluk hidup tersebut.

Beberapa ccontoh jaringan yang menyusun dalam makhluk hidup :

  1. Jaringan Meristematik

Jaringan yang sel selnya masih aktif

  1. Jaringan Epidermis

Jaringan yang melapisi permukaan daun, akar, dan batang.

  1. Jaringan Pengangkut

Jaringan yang berfungsi mengankut air dari akar sampai ke daun, dan mengdarkan seri makanan dari daun ke seluruh tubuh.

  1. Jaringan Otot

Jaringan yang menyebabkan tubuh ddapat bergerak

  1. Jaringan Tulang

Jaringan yang dapat memberikan bentuk tubuh.

  1. Jaringan Syaraf

Jaringan yang mampu mengirimkan rangsangan ke indra otak, dan mengirimkan perintah dari otak ke bagian tubuh tertentu untuk mengadakan reaksi

2)         Biologi Fungsional

Sekumpulan sel akan membentuk jaringan dan kemudian akan membnetuk suatu alat atau organ, contohnya :

  1. Daun

Bertugas melakukan fotosintesis

  1. Batang

Bertugas untuk medukung kerja dari daun.

  1. Akar

Mengabsorbsi air dan mineral ataupun unsure unsur yang dibutuhkan tumbuhan dari tanahmenuju batang selanjutnya dikirimkan ke daun.

  1. Jaringan

Berfungsi memompa darah dari dank e seluruh tubuh.

  1. Paru paru

Berfungsi melakukan respirasi

  1. Lambung

Mencerna makanan baik secara mekanis maupun kimiawi.

3)   Biologi Lingkungan

Anonim ( 1996 ), menyebutkan umumnya makhluk hidup yang mempunyai cirri mempertahankan kelangsungan hidupnya, pada umumnya dilingkapi dengan adanya kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Contoh tumbuhan berdasarkan lingkungna tempat hidupnya :

  1. Xerofit

Tumbuh – tumbuhan yang hidup di lingkungan kering

  1. Tropofit

Tumbuh – tumbuhan yang hidup di lingkungan tropis

  1. Hidrofit

Tumbuh- tumbuhan yang hidup di daerah yang banyak airnya

  1. Higrofit

Tumbuh – tumbuhan yang hidupnya di daerah lembab

  1. Halofit

Tumbuh – tumbuhan yang tempat tinggalnya di daerah yang kadar garamnya tinggi.

Hewan yang tinggal di daerah kering mempunyai alat khusus untuk menyimpan air sebagao cadangan.Misalnya punuk unta.Sebaliknya hewan yang hidup di daerah kutub memiliki bulu yang tebal untuk melindungi dari udara dingin, contohnyarusa kutub.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s